Sering kali kita tanpa sadar membandingkan penderitaan. Kita melihat seseorang sedih karena sesuatu yang menurut kita “kecil”, lalu berpikir, “Masa hal seperti itu saja sudah begitu berat?” Atau sebaliknya, kita merasa bersalah karena tidak mampu sekuat orang lain dalam menghadapi hidup.
Namun semakin dalam kita memperhatikan kehidupan, semakin kita menyadari bahwa setiap orang memikul beban yang berbeda. Sesuatu yang terasa ringan bagi satu orang, dapat terasa sangat berat bagi orang lain. Bukan karena mereka lemah, tetapi karena setiap hati mengalami kehidupan dengan cara yang berbeda.
Kadang bukan masalahnya yang berbeda besar kecilnya, tetapi kapasitas hati setiap orang pada saat itu memang berbeda.
Ada orang yang tampak tenang menghadapi banyak hal, padahal di dalam dirinya sedang ada pergulatan yang tidak terlihat. Ada pula yang terlihat sangat sensitif, bukan karena ingin berlebihan, tetapi karena hatinya memang sedang lelah atau penuh luka.
Kita sering hanya melihat permukaan hidup orang lain. Kita melihat senyum, pekerjaan, atau caranya berbicara, tetapi tidak melihat malam-malam sunyi yang mereka lewati sendirian.
Karena itu, kelembutan menjadi sangat penting dalam hidup ini.
Bukan kelembutan yang lemah, tetapi kelembutan yang lahir dari pengertian. Pengertian bahwa setiap orang sedang berusaha bertahan dengan caranya masing-masing.
Kadang seseorang menjadi mudah marah karena terlalu lelah. Kadang seseorang menjadi lebih diam bukan karena tidak peduli, tetapi karena ia sedang belajar memahami perasaannya sendiri.
Ketika memahami hal ini, kita menjadi lebih berhati-hati dalam berbicara dan menilai orang lain. Kita belajar mendengarkan lebih dalam.
Dan pengertian itu juga perlu diarahkan kepada diri sendiri.
Mungkin yang dibutuhkan bukan memaksa diri menjadi lebih kuat, tetapi memberi ruang agar rasa itu dapat dirasakan dan dipahami dengan penuh kesadaran.
Karena setiap manusia sedang membawa bebannya masing-masing. Dan kita tidak pernah benar-benar tahu seberapa berat beban yang sedang dipikul seseorang.
Maka kadang, bentuk cinta kasih yang paling sederhana bukanlah memberi solusi besar, melainkan menjadi sedikit lebih lembut. Sedikit lebih sabar. Sedikit lebih manusiawi.
Be kind.
Sebab setiap hati sedang berjuang dalam caranya sendiri.
(CG)


